Rapat evaluasi dan perencanaan keuangan baznas se-provinsi banten
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) se-Provinsi Banten menyelenggarakan kegiatan Evaluasi Perencanaan Tahun 2026 dan Bimbingan Teknis (Bimtek) Perencanaan Tahun 2027 pada 21–23 Oktober 2026 di Hotel Le Semar, Kota Serang. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengevaluasi capaian program sekaligus memperkuat perencanaan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar semakin terarah, akuntabel, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan BAZNAS kabupaten/kota se-Provinsi Banten, termasuk BAZNAS Kota Tangerang Selatan. Peserta terdiri atas Wakil Ketua III, kepala bagian, serta staf yang membidangi perencanaan, keuangan, dan pelaporan. Hadir pula jajaran pimpinan BAZNAS Provinsi Banten yang dipimpin langsung oleh Ketua BAZNAS Provinsi Banten, Prof. Dr. Wawan Wahyudin.
Agenda utama kegiatan meliputi evaluasi pelaksanaan program dan pengelolaan keuangan tahun 2026 serta bimbingan teknis penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (RKAT) 2027. Melalui kegiatan ini, setiap BAZNAS kabupaten/kota diharapkan mampu menyusun perencanaan yang lebih terukur, selaras dengan target kelembagaan, serta berorientasi pada peningkatan kualitas pengelolaan dan pendayagunaan dana ZIS.
Bagi BAZNAS Kota Tangerang Selatan, penyusunan perencanaan tahun 2027 menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan program dan meningkatkan penghimpunan dana ZIS. Pada tahun tersebut, BAZNAS Kota Tangerang Selatan menetapkan target penghimpunan sebesar Rp23,5 miliar. Target ini menjadi dorongan untuk memperkuat strategi penghimpunan sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat dan para muzaki terhadap pengelolaan zakat yang profesional dan transparan.
Dalam kegiatan tersebut, BAZNAS Kota Tangerang Selatan mengirimkan delegasi dari bidang perencanaan dan pelaporan keuangan yang dipimpin oleh Wakil Ketua III, Tarjuni. Ia menyampaikan bahwa kegiatan evaluasi dan perencanaan tahunan seperti ini akan semakin efektif apabila didukung oleh sistem digital yang terintegrasi.
“Harapan kami, kegiatan rutin tahunan ini bisa difasilitasi oleh BAZNAS Pusat dengan aplikasi yang terintegrasi dan mudah pengendaliannya. Sehingga proses perencanaan, pelaporan, dan monitoring bisa lebih efektif dan efisien antar daerah,” ujar Tarjuni.
Menurut Tarjuni, penerapan aplikasi terintegrasi dapat membantu meningkatkan keselarasan data antara BAZNAS RI, BAZNAS Provinsi, dan BAZNAS Kabupaten/Kota. Dengan dukungan sistem yang terhubung, proses pemantauan dan pelaporan diharapkan dapat berjalan lebih cepat, akurat, dan transparan.
Partisipasi BAZNAS Kota Tangerang Selatan dalam kegiatan ini menjadi langkah untuk memperkuat kualitas perencanaan dan tata kelola kelembagaan. Melalui evaluasi yang berkelanjutan serta penyusunan RKAT yang matang, BAZNAS Kota Tangerang Selatan berkomitmen mengoptimalkan pengelolaan dana ZIS agar semakin amanah, profesional, dan berdampak bagi kesejahteraan masyarakat.