BAZNAS

BAZNAS

Kota Tangerang Selatan

Kampung Tanggap Bencana Pertama Di Tangerang Selatan Resmi Dibentuk Di Kelurahan Cipayung

Administrator

Penulis

Kampung Tanggap Bencana Pertama Di Tangerang Selatan Resmi Dibentuk Di Kelurahan Cipayung

20 Jul 2026
4 Dilihat

Kampung tanggap bencana pertama di tangsel

Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Tangerang Selatan terus memperkuat peran zakat dalam menghadirkan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat. Tidak hanya melalui program pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan kemanusiaan, BAZNAS Kota Tangerang Selatan juga berkomitmen membangun masyarakat yang tangguh dalam menghadapi berbagai potensi bencana melalui pembentukan Kampung Tanggap Bencana (KATANA).

KATANA merupakan program nasional BAZNAS RI yang bertujuan memberikan bentuk penyaluran dana zakat bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan risiko bencana, sekaligus memperkuat upaya pengurangan risiko bencana melalui pemberdayaan masyarakat. Program ini mengedepankan edukasi, kolaborasi, dan partisipasi aktif warga agar mampu mengenali potensi ancaman di lingkungannya, menyusun langkah kesiapsiagaan, hingga melakukan tindakan yang tepat ketika bencana terjadi.

Pada Senin, 20 Juli 2026, Alhamdulillah BAZNAS Kota Tangerang Selatan secara resmi melaksanakan sosialisasi sekaligus membentuk Kampung Tanggap Bencana (KATANA) di Kelurahan Cipayung. Kegiatan ini dihadiri oleh Lurah Cipayung beserta jajaran pemerintah kelurahan, Wakil Ketua II BAZNAS Kota Tangerang Selatan Ahmad Rifai, Kepala Bidang Pendistribusian Noor Syaibani, Tim BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), serta unsur masyarakat yang terdiri dari RT/RW, Karang Taruna, PKK, tokoh masyarakat, komunitas lokal, hingga pelaku usaha.

Sosialisasi berlangsung interaktif dengan penyampaian materi mengenai mitigasi bencana, pengurangan risiko, sistem peringatan dini, jalur evakuasi, pertolongan pertama, serta pentingnya membangun budaya saling peduli di tengah masyarakat. Dalam kegiatan tersebut, Tim BAZNAS Tanggap Bencana juga memberikan pendampingan mengenai tahapan pelaksanaan program KATANA yang akan terus dilakukan hingga masyarakat mampu menyusun rencana aksi penanggulangan bencana secara mandiri dan partisipatif.

Sebagai tindak lanjut dari kegiatan ini, Alhamdulillah telah terbentuk Kelompok Kerja (POKJA) yang akan menjadi motor penggerak Kampung Tanggap Bencana di Kelurahan Cipayung. Kelompok ini nantinya berperan dalam menyusun peta risiko bencana, menentukan jalur evakuasi yang aman, membangun sistem peringatan dini, hingga menyelenggarakan simulasi kebencanaan secara berkala agar masyarakat semakin siap menghadapi situasi darurat.

Wakil Ketua II BAZNAS Kota Tangerang Selatan, Ahmad Rifai, menyampaikan bahwa pembentukan KATANA bukan sekadar membentuk sebuah kelompok, tetapi juga membangun budaya kesiapsiagaan yang tumbuh dari masyarakat itu sendiri.

"KATANA hadir sebagai sarana edukasi bagi masyarakat agar semakin memahami mitigasi kebencanaan, mengetahui cara melakukan evakuasi ke tempat yang aman, memahami penanganan medis dasar saat kondisi darurat, dan yang tidak kalah penting menumbuhkan rasa saling menjaga serta kepedulian antar sesama. Ketika masyarakat sudah siap, maka dampak bencana dapat diminimalkan bersama." ujar Ahmad Rifai.

Melalui program ini, masyarakat diharapkan mampu mengenali risiko bencana di wilayahnya, menyusun dokumen rencana kontinjensi secara partisipatif, memiliki peta risiko dan jalur evakuasi, serta melaksanakan simulasi sebagai bentuk kesiapsiagaan nyata. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya mengetahui apa yang harus dilakukan saat bencana terjadi, tetapi juga mampu melindungi diri, keluarga, dan lingkungan sekitar.

Kelurahan Cipayung menjadi Kampung Tanggap Bencana pertama yang terbentuk di Kota Tangerang Selatan. Hal ini menjadi langkah awal yang sangat penting dalam membangun budaya sadar bencana di tengah masyarakat. Ke depan, BAZNAS Kota Tangerang Selatan berharap program KATANA dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak wilayah sehingga semakin banyak masyarakat yang memiliki kemampuan mitigasi, kesiapsiagaan, serta semangat gotong royong dalam menghadapi bencana.

Melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan BAZNAS, diharapkan hadir lingkungan yang lebih tangguh, lebih peduli, dan lebih siap menghadapi berbagai kemungkinan bencana. Sebab, kesiapsiagaan bukan hanya tentang menyelamatkan diri sendiri, tetapi juga tentang menjaga keselamatan sesama.

Chat Admin
Beranda Campaign
Zakat
Berita