Masih ingat kisah tentang sebuah masjid di Desa Rantau Pauh, Kabupaten Aceh Tamiang, yang menjadi tempat perlindungan warga saat banjir besar melanda? Masjid itu adalah Masjid Ar-Rahim, rumah ibadah yang berubah fungsi menjadi titik keselamatan ketika air menenggelamkan rumah, perabot, dan akses kehidupan masyarakat. Di saat banyak warga kehilangan tempat berteduh, masjid ini menjadi ruang aman untuk berlindung, beristirahat, dan menguatkan satu sama lain.
Namun di balik perannya sebagai tempat penyelamat, Masjid Ar-Rahim sendiri tidak luput dari dampak bencana. Bangunan yang saat itu masih dalam tahap pembangunan ikut terdampak cukup berat. Material konstruksi yang sudah disiapkan banyak yang hanyut terbawa arus, rusak, bahkan tertimbun lumpur tebal. Proses pembangunan pun sempat terhenti karena kondisi lingkungan yang belum memungkinkan dan keterbatasan sumber daya pasca banjir.
Melihat kondisi tersebut, BAZNAS Kota Tangerang Selatan mengambil langkah nyata dalam fase pemulihan dengan membantu kelanjutan pembangunan Masjid Ar-Rahim. Bantuan difokuskan tidak hanya pada bangunan utama masjid, tetapi juga pada fasilitas pendukung ibadah yang sangat dibutuhkan jamaah, seperti toilet dan tempat wudhu yang berada di area luar bangunan utama. Selain itu, penyediaan sumur air dan torn air juga menjadi bagian dari dukungan agar kebutuhan air bersih untuk ibadah dan aktivitas dasar dapat terpenuhi.
Saat ini proses perbaikan dilakukan secara bertahap dan terukur. Tahapan yang sedang berjalan adalah pemasangan keramik lantai masjid, agar pelaksanaan ibadah shalat menjadi lebih nyaman, bersih, dan layak. Lantai yang sebelumnya masih berupa permukaan dasar kini mulai ditata ulang. Setelah pemasangan keramik selesai, tahap berikutnya direncanakan berupa pengecatan dinding masjid serta area tempat wudhu agar tampilan dan fungsi bangunan semakin optimal.
Pendampingan dan pemantauan terus dilakukan agar setiap bantuan yang diberikan benar-benar tepat guna dan bisa segera dimanfaatkan oleh masyarakat. Proses ini menjadi bagian penting dari komitmen bahwa bantuan pasca bencana tidak berhenti pada penyaluran awal, tetapi berlanjut hingga fasilitas bisa digunakan secara nyata.
Taufik Setyaudin, Waka I BAZNAS Kota Tangerang Selatan menyampaikan bahwa rumah ibadah memiliki peran strategis dalam pemulihan sosial dan spiritual masyarakat terdampak. “Masjid Ar-Rahim ini bukan hanya tempat sholat. Saat banjir datang, masjid ini jadi tempat warga bertahan. Karena itu pemulihannya sangat penting. Kami ingin memastikan masjid ini kembali nyaman digunakan dan menjadi pusat penguat semangat warga. Amanah dari para donatur kami jaga agar manfaatnya terasa langsung,” ujarnya.
Fase pasca bencana dikenal sebagai fase terpanjang dan paling membutuhkan kesinambungan dukungan. Kebutuhan bukan hanya soal logistik, tetapi juga pemulihan fasilitas umum dan sarana ibadah. Sedikit demi sedikit, proses pembangunan Masjid Ar-Rahim kembali berjalan, menjadi simbol bahwa harapan tidak ikut hanyut bersama banjir. Hingga saat ini, program pemulihan masih terus berlangsung dan donasi kemanusiaan tetap dibuka. Masyarakat diajak untuk terus bersatu dalam aksi kebaikan, karena setiap kontribusi menjadi bagian dari upaya membangun kembali bukan hanya bangunan, tetapi juga kekuatan dan harapan hidup warga.
