Langkah pemulihan pascabencana terus bergerak. Kali ini, BAZNAS Tanggap Bencana Kota Tangerang Selatan bersama Tentara Nasional Indonesia dan unsur relawan gabungan melanjutkan aksi bersih-bersih sekolah terdampak banjir di wilayah Aceh Tamiang. Setelah sebelumnya menuntaskan pembersihan di SDN 02 Rantau Pauh, tim kini bergeser ke SDN 01 Rantau Pauh untuk memastikan proses belajar mengajar dapat segera kembali berjalan dengan aman dan layak.
Sekolah yang sempat lumpuh total kini mulai menunjukkan tanda kehidupan. Fasilitas serta ruang-ruang kelas yang sebelumnya tertutup lumpur setinggi lutut orang dewasa, kini berangsur bersih dan bisa ditempati kembali. Akses menuju lokasi yang sebelumnya nyaris terputus karena timbunan lumpur tebal, dibuka perlahan dengan kerja keras bersama. Guru, warga, relawan kebencanaan, lintas lembaga, dan personel TNI bahu-membahu tanpa henti agar anak-anak dapat kembali duduk di bangku belajar.
Proses pembersihan tidak berlangsung singkat. Lebih dari sepuluh hari tim bekerja di lapangan, mengangkat lumpur, menyelamatkan perlengkapan yang masih bisa digunakan, serta menata ulang ruang kelas. Tidak hanya pembersihan, bantuan peralatan sekolah juga disalurkan untuk menunjang masa pembelajaran dalam fase pemulihan. Meja, kursi, alat tulis, dan kebutuhan belajar lainnya dihadirkan agar semangat anak-anak tidak ikut hanyut bersama bencana.
Opik, Relawan BTB Kota Tangerang Selatan menyampaikan, “Kami tidak hanya membersihkan ruang kelas, tapi juga berusaha mengembalikan harapan. Saat anak-anak bisa kembali belajar, di situlah tanda pemulihan benar-benar dimulai. Pendidikan tidak boleh berhenti terlalu lama. Sekolah harus kembali hidup, karena di sanalah masa depan disiapkan.”
Waktu terus berjalan, dan syukur perlahan terucap. Kini kegiatan belajar sudah mulai dapat dilaksanakan kembali meski dalam keterbatasan. Gotong royong menjadi bukti bahwa kepedulian mampu mempercepat pemulihan. Dukungan para muzaki dan donatur masih sangat dibutuhkan agar proses pemulihan pendidikan dan fasilitas pendukung di wilayah terdampak dapat terus berlanjut hingga tuntas.
